Sebagai
seorang Muslim, merencanakan masa depan adalah sebuah keniscayaan. Agama Islam telah
mengajarkan demikian agar nantinya kehidupan mendatang menjadi lebih baik,
bahagia dan layak. Proses perencanaan masa depan sangat penting karena kita tidak mengerti apa yang akan
terjadi esok, walaupun untuk satu menit yang akan datang.
Dalam
al-Qur’an Allah swt berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah
kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah
diperbuatnya untuk hari esok, dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah
Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS. Al Hasyr: 18).
Dari
keterangan ayat diatas kita sejenak berkontemplasi, bahwa Allah swt
memerintahkan untuk memberikan perhatian akan masa depan, walaupun secara tersurat
ayat tersebut menyatakan untuk memperhatikan masa depan di akhirat. Akan tetapi
secara tersirat kita bisa mengambil kesimpulan bahwa memeperhatikan masa depan
di dunia juga penting disamping juga di akhirat. Sebagaimana dalam firman Allah
yang lain: “Dan carilah apa yang telah diberikan oleh Allah kepadamu dari
negeri akhirat, dan jangan lupakan bagianmu di dunia.” (al-Qashash ayat 77)
Sungguh
manusia diberi kemampuan untuk berikhtiar dan bertawakkal, merencanakan masa
depan adalah bagian dari ikhtiar dan tawakal yang harus dilakukan manusia. Pengertian tawakkal bukan dengan berdoa saja,
yang pokoknya semua denyut jantung diserahkan kepada Allah. Malah dikatakan,
bahwa hal seperti ini tak lain merupakan sangkaan orang-orang yang bodoh,
karena yang demikian itu diharamkan oleh syari’ah kita. Sebaliknya, kita wajib
untuk bergerak untuk memerbaiki kehidupan kita esok. Mengingat betapa
pentingnya merencanakan masa depan hingga Allah swt dalam ayat diatas
menyandingkan dengan ketakwaan kepada Allah swt.
Dalam
perspektif ekonomi, Perencanaan masa depan erat kaitannya dengan aspek
finansial. manusia memerlukan adanya jaminan atau kepastian hidupnya di masa
depan atau masa pensiunnya. Keputusan apapun yang kita lakukan, akan menentukan
masa depan kita kelak. Di masa mendatang dengan makin bertambahnya jumlah
penduduk, maka harga kebutuhan pokok juga akan semakin mahal. Biaya yang
dikeluarkan akan semakin banyak, dari mulai biaya kesehatan, pendidikan, tempat
tinggal, dan lain sebagainya.
Lantas,
bagaimanakah agar masa depan kita nantinya menjadi lebih baik? Pertanyaan
seperti itu pasti sering terlintas di pikiran kita. Hingga kita mencari
informasi dari berbagai sumber, bahkan mengikuti seminar dan pelatihan.
Merencanakan finansial berarti merencanakan masa depan yang lebih baik. Ada
beberapa alternatif untuk merencanakan keadaan finansial di masa mendatang, dari
mulai yang konvensional hingga modern. diantaranya adalah menabung uang, deposito,
obligasi, property, saham, tanah dan bangunan, reksadana, dan lain-lain. Namun
menurut hemat penulis, dari beberapa macam investasi finansial yang disebutkan,
agaknya emas menjadi alternatif yang sesuai untuk semua tingkatan keadaan
ekonomi seseorang.
Ketika
menabung uang sudah tidak lagi relevan dengan perkembangan zaman karena tiap
tahun akan tergerus inflasi, saham obligasi yang patut diwaspadai tingkat
kemanannya, tanah dan bangunan walaupun
sangat menjanjikan tapi butuh modal sangat besar. Namun emas nampaknya bisa
menjangkau segala kondisi ekonomi, sekaligus mudah dan cepat proses transaksi
jual belinya. Merencanakan masa depan finansial dengan emas tidak harus menjadi
orang mapan dan kaya dulu. Walaupun dengan penghasilan pas-pasan asal ada
kemauan dan motivasi
kita bisa memulai berinvestasi dengan menabung emas. Hal ini karena saat ini
banyak layanan dari bank, pegadaian, koperasi, dan lembaga keuangan lainnya
untuk memulai berinvestasi dengan emas. Bahkan tiap tahun program-program
menabung emas dari berbagai lembaga keungan meningkat tajam.
Ada
beberapa alasan mengapa emas dijadikan dijadikan lahan untuk menabung dan
investasi. Menurut Endy J.Kurniawan penulis buku think dinar, diantara
kelebihannya adalah: 1) Emas adalah
global currency dan nilainya diakui secara universal.
Nilai intrinsiknya tetap & standar, sehingga bisa dibeli dan dicairkan di
belahan bumi manapun. 2) Kebal inflasi,
atau nilainya naik tidak pernah lebih rendah dari rata-rata inflasi.3) Perawatannya mudah dan tidak perlu
perlakuan khusus serta minim biaya, berbeda dengan harga pasif lainnya seperti
rumah atau tanah. 4.) Investasi
dengan resiko sedang. Resiko yang mungkin muncul atas investasi
emas adalah kehilangan, tapi bisa diemilinir dengan penyimpanan yang baik di
Safe Deposit Box. 5) Memerlukan
modal minimal sehingga investor dengan tingkat penghasilan
berapapun bisa memulai investasinya di emas. 6) Mudah dipindahkan dari manapun ke
lokasi lain yang diinginkan. 7) Tahan
lama karena emas tidak bereaksi dengan udara, benda cair serta
logam lainnya. Emas juga keras sehingga sulit sekali berubah bentuk. 8) Liquid dan dalam penguasaan pribadi,
sehingga bisa diperjual-belikan serta dimanfaatkan sesuai keperluan pemiliknya.
Emas adalah investasi dalam kontrol sepenuhnya dari investor. Dari paparan di atas kita bisa mengambil keterangan
bahwa merencanakan masa depan dan mewujudkan impian dengan emas adalah suatu
hal yang mudah dilakukan. Investasi emas dapat membantu kita merencanakan
finansial jangka panjang, misalnya untuk biaya pendidikan, kesehatan, asuransi,
pensiun, dan sebagainya. Dengan investasi
emas juga harta kita dapat terproteksi, dan sebagai syi’ar agama islam sekaligus
menambah ikhtiar, tawakal dan ketakwaan kepada Allah swt seperti yang penulis
ungkap di bagian awal paragraph. Wallahu a’lam
No comments:
Post a Comment