Tuesday, 24 March 2015

Benang Merah 4 Kompetensi Guru Dengan Sifat Rasulullah



Dalam undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pada pasal 10 ayat (1) menyatakan “Kompetensi guru sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi”. Kompetensi tersebut perlu dikembangkan guru agar  pembelajaran dapat berjalan dengan efektif dan terarah.
Proses pendidikan akan berjalan efektif apabil guru mempunyai empat kompetensi tersebut. guru dituntut untuk memiliki kemampuan yang mumpuni karena sebagai penyampai materi dan pesan pembelajaran. Jika kita menelisik lebih jauh di masa lampau, dalam Islam sebenarnya empat kompetensi tersebut sudah ada dalam diri Rasulullah sebagai seorang utusan Allah. Jauh sebelum peraturan pemerintah dan undang undang tentang guru dibuat, maka islam telah mengajarkan bahwa dalam diri Rasulullah ada keteladanan yang diambil. Rasulullah sebagai pendidik pertama umat islam sepatutnya dicontoh dan diaplikasikan perilakunya dalam kehidupan sehari-hari.
            Jika kita mengacu pada peraturan undang undang tentang kompetensi guru, maka akan bisa ditarik benang merah bahwa empat kompetensi yang ada dalam undang undang tersebut sebenarnya ada pada sifat wajib yang dimiliki rasulullah, yaitu siddiq, amanah, tabligh, fathonah.
            Rasulullah memunyai sifat siddiq yang artinya benar, lawannya adala kadzib atau dusta. Sifat siddiq ini menjadi dasar dalam menjalankan aktifitas. Perilaku dan ucapan seorang guru haruslah benar adanya, sesuai dengan kenyataan. Sifat siddiq ini bisa kita samakan dengan kompetensi kepribadian. Dalam menjalankan profesinya, guru dituntut untuk senantiasa memiliki kepribadian yang benar yaitu sebuah rasa kebanggaan terhadap apa yang dijalani selama ini. Kepribadian yang jujur, akhlak mulia, norma, etika, ajaran agama harus dipegang erat oleh seorang guru. Guru dengan kompetensi kepribadian yang baik akan berpengaruh pula terhadap perilaku siswa. Dalam berinteraksi dengan siswa, guru akan mengajarkan siswa untuk disiplin, tanggung jawab, rajin membaca, dan selalu giat belajar, namun sebelum memberikan perintah, guru sudah melakukan kegiatan tersebut. Dalam ajaran Islam bisa disebut dengan uswatun hasanah, atau meberikan teladan bagi siswanya.

Sifat Rasulullah selanjutnya adalah amanah, yaitu dapat dipercaya. Sejak kecil Muhammad saw sudah memiliki sifat amanah, bahkan dia dijuluki oleh masyarakat dengan al-Amin yang artinya dapat dipercaya. Dengan sifat al-Amin itulah masyarakat Arab menghormati Muhammad. Sifat amanah bisa dianalogikan dengan kompetensi social. Dalam menjalankan tugasnya interaksi dengan masyarakat adalah suatu keniscayaan. Keterampilan dalam berkomunikasi, berinteraksi, bekerja sama, bergaul simpatik adalah bagian dari kompetensi social yang harus dimiliki seorang guru. Kemampuan tersebut menjadikan guru akan mudah berinteraksi dengan orang tua murid, antara sekolah dan masyarakat akan berjalan harmonis karena dijembatani oleh seorang guru yang berkompeten.
Tabligh adalah salah satu sifat seorang rasul. Tabligh artinya menyampaikan. Risalah dan perintah Allah swt akan langsung disampaikan kepada umatnya, segala perintah dari Allah tidak ada yang disembunyikan meskipun itu berkaitan dengan hal-hal yang menyindir Nabi. Sifat tabligh bisa kita sesuaikan dengan kompetensi professional. Seorang guru ketika menyampaikan materi perlu menggunakan metode pembelajaran dengan tepat. Sama halnya ketika Nabi menggunakan metode yang berbeda dalam menyampaiakan setiap wahyu dan perintah Allah. Begitu juga guru, dituntut memiliki kemampuan da­lam perencanaan dan pelaksanaan proses pembelajaran. Guru mempunyai tu­gas untuk mengarahkan kegiatan belajar siswa untuk mencapai tujuan pem­belajaran, untuk itu guru dituntut mampu menyampaikan bahan pelajaran. Guru harus selalu meng-update, dan menguasai materi pelajaran yang disaji­kan. Persiapan diri tentang materi diusahakan dengan jalan mencari informasi melalui berbagai sumber seperti membaca buku-buku terbaru, mengakses da­ri internet, selalu mengikuti perkembangan dan kemajuan terakhir tentang materi yang disajikan.
Sifat selanjutnya adalah cerdas. Kecerdasan pasti dimiliki oleh seorang nabi, bagaimanapun nabi penyampai wahyu Allah dan menafsirkan dengan sabdanya. Dengan ribuan hadits yang beliau keluarkan dan dengan berbagai masalah dakwah yang beliau selesaikan wajarlah jika nabi memiliki sifat fathonah. Fathonah artinya cerdas, lawannya adalah jahlun atau bodoh. sifat fathonah ini  bisa diibaratkan dengan kompetensi pedagogik. pendidikan adalah suatu kegiatan yang terprogram dan terarah untuk mengembangkan potensi siswa. Kecerdasan untuk mengaplikasikan kurikulum dibarengi dengan kecermatan dalam memilih metode pembelajaran. Karena itu pemahaman terhadap karakter kepribadian, kejiwaan, sifat dan interest siswa, penguasaan tentang teori belajar dan prinsip pembelajaran sangatlah diperlukan agar siswa dapat mengaktualisasilkan kemampuannya dalam kegiatan belajar.

Manfaat Emas Untuk Masa Depan



Sebagai seorang Muslim, merencanakan masa depan adalah sebuah keniscayaan. Agama Islam telah mengajarkan demikian agar nantinya kehidupan mendatang menjadi lebih baik, bahagia dan layak. Proses perencanaan masa depan sangat penting  karena kita tidak mengerti apa yang akan terjadi esok, walaupun untuk satu menit yang akan datang.
Dalam al-Qur’an Allah swt berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok, dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS. Al Hasyr: 18).
Dari keterangan ayat diatas kita sejenak berkontemplasi, bahwa Allah swt memerintahkan untuk memberikan perhatian akan masa depan, walaupun secara tersurat ayat tersebut menyatakan untuk memperhatikan masa depan di akhirat. Akan tetapi secara tersirat kita bisa mengambil kesimpulan bahwa memeperhatikan masa depan di dunia juga penting disamping juga di akhirat. Sebagaimana dalam firman Allah yang lain: “Dan carilah apa yang telah diberikan oleh Allah kepadamu dari negeri akhirat, dan jangan lupakan bagianmu di dunia.” (al-Qashash ayat 77)
Sungguh manusia diberi kemampuan untuk berikhtiar dan bertawakkal, merencanakan masa depan adalah bagian dari ikhtiar dan tawakal yang harus dilakukan manusia.  Pengertian tawakkal bukan dengan berdoa saja, yang pokoknya semua denyut jantung diserahkan kepada Allah. Malah dikatakan, bahwa hal seperti ini tak lain merupakan sangkaan orang-orang yang bodoh, karena yang demikian itu diharamkan oleh syari’ah kita. Sebaliknya, kita wajib untuk bergerak untuk memerbaiki kehidupan kita esok. Mengingat betapa pentingnya merencanakan masa depan hingga Allah swt dalam ayat diatas menyandingkan dengan ketakwaan kepada Allah swt.
Dalam perspektif ekonomi, Perencanaan masa depan erat kaitannya dengan aspek finansial. manusia memerlukan adanya jaminan atau kepastian hidupnya di masa depan atau masa pensiunnya. Keputusan apapun yang kita lakukan, akan menentukan masa depan kita kelak. Di masa mendatang dengan makin bertambahnya jumlah penduduk, maka harga kebutuhan pokok juga akan semakin mahal. Biaya yang dikeluarkan akan semakin banyak, dari mulai biaya kesehatan, pendidikan, tempat tinggal, dan lain sebagainya.
Lantas, bagaimanakah agar masa depan kita nantinya menjadi lebih baik? Pertanyaan seperti itu pasti sering terlintas di pikiran kita. Hingga kita mencari informasi dari berbagai sumber, bahkan mengikuti seminar dan pelatihan. Merencanakan finansial berarti merencanakan masa depan yang lebih baik. Ada beberapa alternatif untuk merencanakan keadaan finansial di masa mendatang, dari mulai yang konvensional hingga modern. diantaranya adalah menabung uang, deposito, obligasi, property, saham, tanah dan bangunan, reksadana, dan lain-lain. Namun menurut hemat penulis, dari beberapa macam investasi finansial yang disebutkan, agaknya emas menjadi alternatif yang sesuai untuk semua tingkatan keadaan ekonomi seseorang.
Ketika menabung uang sudah tidak lagi relevan dengan perkembangan zaman karena tiap tahun akan tergerus inflasi, saham obligasi yang patut diwaspadai tingkat kemanannya, tanah dan bangunan  walaupun sangat menjanjikan tapi butuh modal sangat besar. Namun emas nampaknya bisa menjangkau segala kondisi ekonomi, sekaligus mudah dan cepat proses transaksi jual belinya. Merencanakan masa depan finansial dengan emas tidak harus menjadi orang mapan dan kaya dulu. Walaupun dengan penghasilan pas-pasan asal ada kemauan dan motivasi kita bisa memulai berinvestasi dengan menabung emas. Hal ini karena saat ini banyak layanan dari bank, pegadaian, koperasi, dan lembaga keuangan lainnya untuk memulai berinvestasi dengan emas. Bahkan tiap tahun program-program menabung emas dari berbagai lembaga keungan meningkat tajam.
Ada beberapa alasan mengapa emas dijadikan dijadikan lahan untuk menabung dan investasi. Menurut Endy J.Kurniawan penulis buku think dinar, diantara kelebihannya adalah: 1) Emas adalah global currency dan nilainya diakui secara universal. Nilai intrinsiknya tetap & standar, sehingga bisa dibeli dan dicairkan di belahan bumi manapun. 2) Kebal inflasi, atau nilainya naik tidak pernah lebih rendah dari rata-rata inflasi.3) Perawatannya mudah dan tidak perlu perlakuan khusus serta minim biaya, berbeda dengan harga pasif lainnya seperti rumah atau tanah. 4.) Investasi dengan resiko sedang. Resiko yang mungkin muncul atas investasi emas adalah kehilangan, tapi bisa diemilinir dengan penyimpanan yang baik di Safe Deposit Box. 5) Memerlukan modal minimal sehingga investor dengan tingkat penghasilan berapapun bisa memulai investasinya di emas. 6) Mudah dipindahkan dari manapun ke lokasi lain yang diinginkan. 7) Tahan lama karena emas tidak bereaksi dengan udara, benda cair serta logam lainnya. Emas juga keras sehingga sulit sekali berubah bentuk. 8) Liquid dan dalam penguasaan pribadi, sehingga bisa diperjual-belikan serta dimanfaatkan sesuai keperluan pemiliknya. Emas adalah investasi dalam kontrol sepenuhnya dari investor.   Dari paparan di atas kita bisa mengambil keterangan bahwa merencanakan masa depan dan mewujudkan impian dengan emas adalah suatu hal yang mudah dilakukan. Investasi emas dapat membantu kita merencanakan finansial jangka panjang, misalnya untuk biaya pendidikan, kesehatan, asuransi, pensiun, dan sebagainya.  Dengan investasi emas juga harta kita dapat terproteksi, dan sebagai syi’ar agama islam sekaligus menambah ikhtiar, tawakal dan ketakwaan kepada Allah swt seperti yang penulis ungkap di bagian awal paragraph. Wallahu a’lam