Dalam undang-undang Nomor 14 Tahun 2005
tentang Guru dan Dosen, pada pasal 10 ayat (1) menyatakan “Kompetensi guru sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 meliputi
kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi
profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi”. Kompetensi tersebut perlu dikembangkan
guru agar pembelajaran dapat berjalan
dengan efektif dan terarah.
Proses pendidikan akan berjalan efektif apabil
guru mempunyai empat kompetensi tersebut. guru dituntut untuk memiliki
kemampuan yang mumpuni karena sebagai penyampai materi dan pesan pembelajaran. Jika kita menelisik lebih jauh di
masa lampau, dalam Islam sebenarnya empat kompetensi tersebut sudah ada dalam
diri Rasulullah sebagai seorang utusan Allah. Jauh sebelum
peraturan pemerintah dan undang undang tentang guru dibuat, maka islam telah
mengajarkan bahwa dalam diri Rasulullah ada keteladanan yang diambil. Rasulullah
sebagai pendidik pertama umat islam sepatutnya dicontoh dan diaplikasikan perilakunya
dalam kehidupan sehari-hari.
Jika
kita mengacu pada peraturan undang undang tentang kompetensi guru, maka akan bisa
ditarik benang merah bahwa empat kompetensi yang ada dalam undang undang
tersebut sebenarnya ada pada sifat wajib yang dimiliki rasulullah, yaitu siddiq, amanah,
tabligh, fathonah.
Rasulullah memunyai sifat siddiq yang
artinya benar, lawannya adala kadzib atau dusta. Sifat siddiq ini menjadi dasar
dalam menjalankan aktifitas. Perilaku dan ucapan seorang
guru haruslah benar adanya, sesuai dengan kenyataan. Sifat siddiq ini
bisa kita samakan dengan kompetensi kepribadian. Dalam menjalankan profesinya,
guru dituntut untuk senantiasa memiliki kepribadian yang benar yaitu sebuah
rasa kebanggaan terhadap apa yang dijalani selama ini. Kepribadian yang jujur,
akhlak mulia, norma, etika, ajaran agama harus dipegang erat oleh seorang guru.
Guru dengan kompetensi kepribadian yang baik akan berpengaruh pula terhadap
perilaku siswa. Dalam berinteraksi dengan siswa, guru akan mengajarkan siswa
untuk disiplin, tanggung jawab, rajin membaca, dan selalu giat belajar, namun
sebelum memberikan perintah, guru sudah melakukan kegiatan tersebut. Dalam
ajaran Islam bisa disebut dengan uswatun hasanah, atau meberikan teladan bagi
siswanya.
Sifat Rasulullah selanjutnya
adalah amanah, yaitu dapat dipercaya. Sejak kecil Muhammad saw sudah memiliki
sifat amanah, bahkan dia dijuluki oleh masyarakat dengan al-Amin yang artinya
dapat dipercaya. Dengan sifat al-Amin itulah masyarakat Arab menghormati
Muhammad. Sifat amanah bisa dianalogikan dengan kompetensi social. Dalam
menjalankan tugasnya interaksi dengan masyarakat adalah suatu keniscayaan. Keterampilan
dalam berkomunikasi, berinteraksi, bekerja sama, bergaul simpatik adalah bagian
dari kompetensi social yang harus dimiliki seorang guru. Kemampuan tersebut
menjadikan guru akan mudah berinteraksi dengan orang tua murid, antara sekolah
dan masyarakat akan berjalan harmonis karena dijembatani oleh seorang guru yang
berkompeten.
Tabligh adalah salah satu
sifat seorang rasul. Tabligh artinya menyampaikan. Risalah dan perintah Allah
swt akan langsung disampaikan kepada umatnya, segala perintah dari Allah tidak
ada yang disembunyikan meskipun itu berkaitan dengan hal-hal yang menyindir
Nabi. Sifat tabligh bisa kita sesuaikan dengan kompetensi professional. Seorang
guru ketika menyampaikan materi perlu menggunakan metode pembelajaran dengan
tepat. Sama halnya ketika Nabi menggunakan metode yang berbeda dalam
menyampaiakan setiap wahyu dan perintah Allah. Begitu juga guru, dituntut
memiliki kemampuan dalam perencanaan dan pelaksanaan proses pembelajaran. Guru
mempunyai tugas untuk mengarahkan kegiatan belajar siswa untuk mencapai tujuan
pembelajaran, untuk itu guru dituntut mampu menyampaikan bahan pelajaran. Guru
harus selalu meng-update, dan menguasai materi pelajaran yang disajikan.
Persiapan diri tentang materi diusahakan dengan jalan mencari informasi melalui
berbagai sumber seperti membaca buku-buku terbaru, mengakses dari internet,
selalu mengikuti perkembangan dan kemajuan terakhir tentang materi yang
disajikan.
Sifat selanjutnya adalah
cerdas. Kecerdasan pasti dimiliki oleh seorang nabi, bagaimanapun nabi penyampai
wahyu Allah dan menafsirkan dengan sabdanya. Dengan ribuan hadits yang beliau
keluarkan dan dengan berbagai masalah dakwah yang beliau selesaikan wajarlah
jika nabi memiliki sifat fathonah. Fathonah artinya cerdas, lawannya adalah
jahlun atau bodoh. sifat fathonah ini
bisa diibaratkan dengan kompetensi pedagogik. pendidikan adalah suatu
kegiatan yang terprogram dan terarah untuk mengembangkan potensi siswa. Kecerdasan
untuk mengaplikasikan kurikulum dibarengi dengan kecermatan dalam memilih
metode pembelajaran. Karena itu pemahaman terhadap karakter kepribadian,
kejiwaan, sifat dan interest siswa, penguasaan tentang teori belajar dan
prinsip pembelajaran sangatlah diperlukan agar siswa dapat mengaktualisasilkan
kemampuannya dalam kegiatan belajar.